Minggu, 20 September 2015

Pengalaman Advokasi Perdana Sang Community Worker

               Promosi kesehatan merupakan ujung tombak kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan cara promotif dan preventif. Salah satu strategi promosi kesehatan adalah advokasi. advokasi kesehatan merupakan usaha untuk mengubah kebijakan sang pemegang kekuasaan atau para pembuat kebijakan agar kebijakan mereka pro terhadap kesehatan.
               Pada tanggal 3 September 2015, saya dan rekan saya yaitu dwi nurlailani melakukan advokasi pada salah satu pejabat kampus yaitu Wakil Dekan 3 Fakultas Farmasi Universitas Haluoleo. Sebagai seorang mahasiswi semester 5, ini merupakan pengalaman pertama saya untuk bertemu dengan pejabat. Tepat pukul 09.00 wita, saya dan dwi sudah berada di FFarm UHO untuk bertemu dengan beliau, selang 45 menit akhirnya beliau datang. Kemudian saat beliau hendak masuk ke ruangan, beliau lewat di depan kami dan bertanya "cari siapa dek?" dengan nada gerogi kami menjawab "cari bapak", seketika bapak kaget dan berkata "saya?"
(dengan nada heran bercampur kaget) kemudian beliau senyum dan masuk. 10 menit kemudian, akhirnya kami memberanikan diri untuk mengetuk pintu beliau. Beliaupun menyuruh kami masuk kemudian bertanya "iota kan? ada apa cari saya?" dengan nada gerogi dan terbata-bata, kami akhirnya menjelaskan maksud kedatangan kami yaitu ingin menawarkan buletin kampus hasil karya senior kami yaitu wins news, buletin pertama kampus yang dibuat oleh mahasiswa sendiri dan isinya sangat bermanfaat. Wins news berisi tentang informasi kesehatan, karya berupa puisi, sosok inspirasi dan mahasiswa(i) uho yang berprestasi.
Kemudian bapak tersebut berkata "ini bagus" sambil melihat winsnews dan menganggukkan kepala, dan kamipun menawarkan bapak tersebut untuk sekiranya mau berlangganan winsnews dan menyebarkan winsnews kepada mahasiswa(i) farmasi dan mungkin nantinya bapak juga bisa menjadi salah satu narasumber kami. sambil melihat 11 edisi winsnews yang kami bawa, beliau akhirnya bilang "saya ambil yang ini dulu, kebetulan ada informasi tentang bekam yang ingin saya baca di edisi tersebut". Kemudian akhirnya kami pamit dan berterima kasih karena bapak sudah berminat membaca wins news tersebut. Kami pun keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan lega dan sedikit bingung. Meskipun kami belum berhasil mengadvokasi bapak tersebut untuk bermitra dengan kami, setidaknya kami sudah berusaha.
               Keesokan harinya, setelah selesai kuliah pukul 11.00 wita, saya dan dwi berjalan kaki dari fakultas kami menuju fakultas perikanan dan kelautan uho untuk melakukan advokasi lagi. Tekad dan semangat kami saat itu sedang membara sehingga jauhnya perjalanan, hembusan debu, panasnya terik matahari dan asap kendaraan yang melintas tidak dapat menghentikan perjalanan kami. sekitar 15 menit sampai ke gedung fpik, kami pun bertanya kepada mahasiswa disana tentang letak ruangan wakil dekan mereka, setelah sampai didepan ruangannya, kamipun mengetok pintu dan bapak wakil dekan tersebut mempersilahkan kami masuk, lalu kami mulai memperkenalkan diri dan mulai menjelaskan tentang maksud kedatangan kami. Beliau cukup merespon baik produk kami dan berkata kepada kami agar membawa wins news tersebut ke ruang baca. Selain itu, beliau juga berminat untuk berlangganan wins news setiap bulannya. Kami sangat senang mendengar hal tersebut.
               Pengalaman advokasi pertama kami ini akan menjadi pelajaran bagi kami agar advokasi selanjutnya akan berhasil sehingga para pejabat tersebut bersedia bermitra dengan kami dan bersedia menyebarkan Wins news kepada para mahasiswa sehingga mahasiswa mereka dapat mengetahui infomasi kesehatan dan informasi kampus yang ada di dalam Wins news.

Sabtu, 20 September 2014

Baik belum tentu benar & Benar belum tentu baik



          Sesuatu yang baik dan benar memang sering membuat kita bingung. Apalagi sesuatu yang baik dan benar juga membuat konflik antara otak dan hati kita.
Kata dosen saya, kita lebih sering mengucapkan kata yang baik daripada kata yang benar. Contohnya ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dan mengatakan "kita mau kemana pak?" dalam hal ini, kata-kata kita sebenarnya baik, tetapi dalam berbicara bahasa indonesia yang benar, hal itu tidak benar karena dalam keadaan tersebut, saya bertanya kepada seseorang, bukannya bertanya kepada saya dan orang tersebut. Tetapi kalau saya mengatakan kata yang benar seperti "kamu mau kemana pak?" kata-kata tersebut benar dalam bahasa indonesia, tetapi tidak baik karena tidak sopan memanggil dosen dengan kata "kamu". Nah kalau seperti ini, akhirnya bingung kan? Yah, sayapun begitu :D

          Selain dalam perkataan, terkadang kita juga melakukan hal yang baik tapi tidak benar, dan hal yang benar tapi tidak baik. Contohnya:


1. Hal yang baik tapi tidak benar

11.)      Demo menuntut keadilan uang kuliah yang tidak rata dan sangat tinggi. Hal itu baik karena memperjuangkan hak kita sebagai mahasiswa, tetapi caranya tidak benar karena melakukan demonstrasi  yang anarkis seperti membakar ban dijalan sehingga merusak aparatur Negara, selain itu membuat kemacetan dan meresahkan masyarakat.

22.)      Membagikan kondom secara gratis. Hal itu baik karena berniat untuk mencegah penyebaran penyakit HIV AIDS, tetapi tidak benar karena sama saja membiarkan orang-orang bebas melakukan hubungan terlarang.

33.)      Memberikan uang kepada pengemis. Hal itu baik karena membantu sesama, tetapi tidak benar karena sama saja kita membiarkannya mengemis selamanya. Karena bila pengemis diberi uang, maka ia tidak akan berusaha untuk berhenti menjadi pengemis. Yang benar yaitu langsung menyumbangkan uang ke Panti Asuhan atau ke tempat yang tepat.



2. Hal yang benar tapi tidak baik

11.)      Tidak membantu teman saat ujian. Hal itu benar karena membuat teman kita berusaha berpikir sendiri. Tetapi tidak baik karena kita harus menolong teman kita yang sedang kesusahan, dan tidak baik karena akan membuat kita dijauhi dan dimusuhi oleh teman kita. Dan memberi contekan kepada seseorang itu bukan hal yang baik.

22.)      Membentak anak karena tidak patuh. Hal itu benar agar anak menjadi anak yang patuh dan penurut, tetapi tidak baik untuk psikologi sang anak karena bisa membuatnya benci kepada orang tuanya dan bisa mengajarkannya untuk berbicara dengan nada tinggi dan kasar.

33.)      Saat meeting dengan atasan kita, kita menunjukkan kesalahan atasan kita di depan peserta yang lain. Hal itu adalah hal yang benar, karena kesalahan itu harus diperbaiki. Tetapi itu tidak baik karena membuat atasan kita merasa malu.

             Jadi, bisa kita simpulkan bahwa yang baik dan buruk itu adanya dihati kita, diperasaan kita. Sedangkan yang benar dan salah itu adanya diotak kita, dilogika dan pikiran kita. Dan dalam kehidupan ini, untuk melakukan hal yang baik dan benar, menurut saya sulit. Tetapi jikalau kita percaya diri dalam melakukannya, maka tidak ada yang tidak mungkin.
      Sekian dan Terima kasih :)

Jumat, 12 September 2014

“PENCERNAAN, PENYERAPAN, TRANSPORTASI, UTILISASI, EKSKRESI, KEBUTUHAN, DAMPAK KEKURANGAN DAN KELEBIHAN LEMAK”




MAKALAH ILMU GIZI

“PENCERNAAN, PENYERAPAN, TRANSPORTASI, UTILISASI, EKSKRESI, KEBUTUHAN, DAMPAK KEKURANGAN DAN KELEBIHAN LEMAK”
DISUSUN OLEH:

NAMA: IOTA HELENA ARIFIN HASAN
NIM: J1A113034
KELAS: A

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALUOLEO
2014

KATA PENGANTAR

          Tiada kata yang lebih indah kecuali jutaan rasa syukur yang memenuhi segenap jiwa yang lemah dan tiada daya. Jika bukan karena rahmat dan karunia Allah SWT, maka makalah ilmu gizi ini tidak akan bisa terselesaikan. Tidak lupa pula salam dan shalawat penulis sampaikan kepada Nabi besar kita Rasulullah Muhammad saw, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya serta pengikutnya.
            Makalah ini dibuat selain untuk melaksanakan kewajiban sebagai mahasiswi kesehatan masyarakat, juga bertujuan untuk mengetahui dan menambah wawasan kita tentang ilmu gizi khususnya tentang Lemak.
            Penulis berharap dengan makalah ini, para mahasiswa dan para pembaca dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang lemak, tentang pencernaannya, penyerapannya, transportasinya, utilisasi, ekskresi, kebutuhan lemak serta dampak kekurangan dan kelebihan lemak. Dan penulis juga berharap dengan dibuatnya tugas ini meskipun penuh dengan kekurangan, dapat membuat dosen pengajar memberi nilai yang baik kepada penulis.
            Akhir kata, terima kasih bagi para pembaca yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca makalah ini yang masih penuh dengan kekurangan.


Kendari, 19 April 2014
Penulis,


IOTA HELENA ARIFIN HASAN
NIM. J1A113034



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR………………….…………………………………………………….…..………………………..ii
DAFTAR ISI…………………………………………………..…………………………..……………….…….…..……..iii
BAB I      PENDAHULUAN………………………………………………..……………..…..…….………..……….1
1.1             LATAR BELAKANG………………………………………….…………….…………….………….1
1.2             RUMUSAN MASALAH……………………………….…………………..………….…………..2
1.3             TUJUAN PENULISAN…………………………………..……….……….………….….…………2
1.4             MANFAAT PENULISAN………………………………..….…………….………….….………..2
BAB II   PEMBAHASAN…………………………………………….…………………………….……….….……….3
            2.1 DEFINISI, STRUKTUR, JENIS DAN SUMBER LEMAK……………………..….……………3
            2.2 PROSES PENCERNAAN LEMAK……………………………….……….…………….…….……..5
            2.3 PROSES PENYERAPAN LEMAK……………………………………….…….…………………….8
            2.4 PROSES TRANSPORTASI LEMAK…………………………………..…………………………….9
            2.5 UTILISASI LEMAK……………………………………………………………………………………..10
            2.6 PROSES EKSKRESI LEMAK…………………………………………………………………………12
            2.7 KEBUTUHAN LEMAK BAGI TUBUH…………………………………………………….……..13
            2.8 DAMPAK KEKURANGAN DAN KELEBIHAN LEMAK…………………………………….13
BAB III   PENUTUP…………………………………………………………………………………………………….15
            3.1 KESIMPULAN……………………………………………………………………………………….…..15
            3.2 SARAN………………………………………………………………………………………….………….15
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Lemak sangat berperan penting dalam tubuh manusia, Sebagai zat yang dibutuhkan tubuh, lemak merupakan sumber energi yang paling besar. Setiap gram lemak menyediakan 9 kalori, lebih besar dari kalori yang dihasilkan karbohidrat dan protein. 
Lemak juga membantu penyerapan beberapa vitamin (vitamin A,D, E, dan K) dalam tubuh agar tubuh tetap sehat. Dengan bantuan lemak, sel-sel dalam tubuh juga dapat dibangun dan bekerja dengan baik. Misalnya, lemak merupakan penyusun sel-sel dengan menyelimuti setiap sel saraf sehingga membuat saraf dapat menghantar pesan dengan lebih cepat dan baik.
Tubuh juga menggunakan lemak untuk memproduksi berbagai hormon dalam tubuh misalnya seperti prostaglandin yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh yang penting seperti tekanan darah, sistem saraf, denyut jantung, elastisitas pembuluh darah, dan pembekuan darah.
Selain itu, lemak ternyata berperan penting dalam memelihara kulit, rambut, dan berbagai organ penting dalam tubuh seperti ginjal, liver, organ reproduksi, serta menjaga badan tetap hangat.
Walaupun lemak memiliki manfaat bagi kesehatan, lemak juga cenderung berbahaya bagi kesehatan, jika levelnya diatas normal. Karena bila kadar lemak ditubuh sudah di atas normal, maka bisa memberi faktor resiko berbagai macam penyakit kardivascular, obesitas dan umur pendek.

Maka dari itu, kita harus mengetahui lebih dalam lagi tentang lemak, kita harus mengetahui bagaimana proses pencernaan, penyerapan, transportasi, utilisasi, ekskresi lemak, dan kita harus mengetahui kebutuhan lemak tubuh kita . agar lemak didalam tubuh kita tidak berubah menjadi lemak jahat yang membahayakan kesehatan, serta kita juga harus mengetahui dampak kelebihan dan kekurangan lemak didalam tubuh kita.

1.2            Rumusan Masalah
1.      Apa definisi lemak serta bagaimana struktur, jenis dan sumber lemak?
2.      Bagaimana proses pencernaan lemak?
3.      Bagaimana proses penyerapan lemak?
4.      Bagaimana proses transportasi lemak?
5.      Apa saja utilisasi lemak?
6.      Bagaimana proses ekskresi lemak?
7.      Bagaimana kebutuhan lemak bagi tubuh?
8.      Apa saja dampak kekurangan dan kelebihan lemak?

1.3     Tujuan Penulisan
                 Makalah ini bertujuan agar pembaca dapat:
1.      Mengetahui definisi, struktur, jenis dan sumber lemak
2.      Mengetahui proses pencernaan lemak
3.      Mengetahui proses penyerapan lemak
4.      Mengetahui proses transportasi lemak
5.      Mengetahui utilisasi lemak
6.      Mengetahui proses ekskresi lemak
7.      Mengetahui kebutuhan lemak bagi tubuh
8.      Mengetahui dampak kekurangan dan kelebihan lemak

1.4     Manfaat Penulisan
         Adapun manfaat dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan pengetahuan tentang definisi, struktur, jenis dan sumber lemak
2.      Memberikan pengetahuan tentang proses pencernaan lemak
3.      Memberikan pengetahuan tentang proses penyerapan lemak
4.      Memberikan pengetahuan tentang proses transportasi lemak
5.      Memberikan pengetahuan tentang utilisasi lemak
6.      Memberikan pengetahuan tentang proses ekskresi lemak
7.      Memberikan pengetahuan tentang kebutuhan lemak bagi tubuh
8.      Memberikan pengetahuan tentang dampak kekurangan dan kelebihan lemak




BAB II
  PEMBAHASAN

2.1   Definisi, Struktur, Jenis dan sumber Lemak
2. 1.1 Definisi Lemak:
          Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.
          Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.
          Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinol binding protein 4 (RBP4), tumor necrosis factor-alpha (TNFα), visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan hormon adipokinetik (Akh).

2.1.2 Struktur lemak
Unsur penyusun lemak antara lain adalah Karbon(C),Hidrogenn(H),Oksigen(O) dan kadang-kadang Fosforus(P) serta Nitrogen(N).
Molekul lemak terdiri dari empat bagian,yaitu satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak.Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon(CH) dan gugus Karboksil(-COOH).Molekul gliserol memiliki tiga gugus Hidroksil(-OH) dan tiap gugus hidroksil berinteraksi dengan gugus karboksil asam lemak.
2.1.3 Jenis Lemak:
Berdasarkan komposisi kimianya lemak terbagi atas tiga,yaitu:
1. Lemak Sederhana
Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang terdiri dari satu gliserol dan tiga asam lemak.Contoh senyawa lemak sederhana adalah lilin(wax) malam atau plastisin(lemak sederhana yang padat pada suhu kamar),dan minyak(lemak sederhana yang cair pada suhu kamar).

2. Lemak Campuran
Lemak Campuran merupakan gabungan antara lemak dengan senyawa bukan lemak.Contoh lemak campuran adalah lipoprotein(gabungan antara lipid dan dengan protein),Fosfolipid(gabungan antara lipid dan fosfat),serta fosfatidilkolin(yang merupakan gabungan antara lipid,fosfat dan kolin).

3. Lemak Asli (Derivat Lemak)
Deriwat lemak merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid.misalnya kolesterol dan asam lemak.Berdasarkan ikatan kimianya asam lemak dibedakan menjadi 2,yaitu:
  • Asam lemak Jenuh,bersifat non-esensial karena dapat disintesis oleh tubuh dan pada umumnya berwujud padat pada suhu kamar.Asam lemak jenuh berasal dari lemak hewani,misalnya mentega.
  • Asam lemak tidak jenuh, bersifat esensial karena tidak dapat disintesis oleh tubuh dan umunya berwujud cair pada suhu kamar.Asam Lema tidak jenuh berasal dari lemak nabati,misalnyya minyak goreng.

2.1.4  Sumber Lemak:
Berdasarkan asalnya,sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2,yaitu
  • Lemak yang berasal daari tumbuhan(disebut lemak Nabati).Beberapa bahan yang mengandung lemak nabati adalah kelapa,kemiri,zaitun,kacang tanah,mentega,kedelai,dll.
  • Lemak yang berasal dari hewan(disebut lemak hewani).Beberapa bahan yang mengandung lemak hewani  adalah daging,keju,susu,ikan segar,telur,dll.

2.2   Pencernaan Lemak
2.2.1  Mulut
                 Secara singkat proses pencernaan lemak sudah dimulai dari mulut, yakni dengan dikeluarkannya enzim lingual lipase yang akan memecah sebagian kecil lemak ke dalam komponen yang lebih sederhana. Saat memasuki esofagus, lemak dalam bolus akan dilembekkan dengan suhu esofagus. Kemudian lemak akan masuk ke lambung dan dimulailah pencernaan yang sesungguhnya.

2.2.2  Lambung
     Lambung mensekresikan getah lambung yaitu cairan jernih bewarnakuning pucat yang mengandung HCL 0,2-0,5% dengan pH sekitar 1,0.Getah lambung terdiri atas 97-99% air. Sisanya berupa musin (lendir)serta garam anorganik dan enzim pencernaan yaitu, pepsin renin sertalipase. Enzim lipase inilah yang akan mencerna makanan yangmengandung lemak.Panas lambung merupakan faktor penting untuk mencairkanmassa lemak yang berasal dari makanan den proses emulsifikasinyaterjadidenagn bantuan kontraksi peristaltik. Lambung menyekresikanlipase lambung (lipase gastrik) yang pada manusia merupakan lipaseprodeudenal utama. Lipase lingualdan gastrik memulai pencernaanlemak dengan menghidrolisis triasilgliserol yang mengandung asamlemak rantai pendek. Sedanga, dan pada umumnya asam lemak tak jenuh rantai panjang untuk membentuk terutama asam lemak bebas dan1,2-diasilgliserol dengan ikatan sn-3 ester sebagai tempat hidrolisisutamanya. Enzim ini hancur pada pH rendah, tetapi bekerja aktif
     Panas lambung merupakan faktor penting untuk mencairkan massa lemak yang berasal dari makanan den proses emulsifikasinya terjadidenagn bantuan kontraksi peristaltik. Lambung menyekresikan lipase lambung (lipase gastrik) yang pada manusia merupakan lipase prodeudenal utama. Lipase lingualdan gastrik memulai pencernaan lemak dengan menghidrolisis triasilgliserol yang mengandung asam lemak rantai pendek. Sedangkan, dan pada umumnya asam lemak tak jenuh rantai panjang untuk membentuk terutama asam lemak bebas dan 1,2-diasilgliserol dengan ikatan sn-3 ester sebagai tempat hidrolisis utamanya. Enzim ini hancur pada pH rendah, tetapi bekerja aktif setelah makan karena kerja pendaparan yang dimiliki protein makanan di dalam lambung. Nilai optimum pH yang dimiliki cukup luas yaitu sekitar 3,0-6,0.
     Lipase prodeudenal berperan penting selama periode neonatal, yaitu pada seaat aktivitas lipase pankreas masih rendah sementara lemak susu harus dicerna. Akibat waktu retensi selama 2-4 jam di dalam lambung, sekitar 30% triasilgliserol makanan dapat diserap pada selang waktu tersebut, sebaian besar pada satu jam pertama. Lemak susu mengandung asam lemak rantai sedang dan pendek yang cenderung mengalami esterifikasi pada posisi sn-3. Oleh sebab itu, lemak susu merupakan substrat yang baik bagi enzim lipase gastrik. Asam lemak hidrofilik rantai pendek dan sedang yang dilepas akan diserap melalui dinding lambung dan masuk ke vena porta, sementara asam lemak rantai panjang larut di dalam droplet lemak dan terus melintas ke deudenum.

2.2.3  Usus Halus
     Asam lemak rantai panjang yang tidak diserap oleh dinding lambung akan melintas menuju ke deudenum bersama dengan kimus (isi lambung) yang lainnya. Setelah masuk ke deudenum, isi lambung akan diemulsikan dengan garam empedu dan getah pankreas yang disekresikan masing-masing dari empedu dan dari pankreas. Di dalam usus inilah ynag nantinya akan menguraikan asam lemak yang belum dapat diabsorbsi sehingga nantinya sapat diabsorbai di lumen usus.
     Lipase pankreas mula-mula akan menyerang hubungan (link) esrer primer triasilgliserol. Lipase pankreas bekerja pada antarmuka (interface) air minyak droplet lipid yang teremulsi halus dan terbentuk akibat gerak agitasi mekanik di dalam usus adanya produk hasil kerja lipase lingual dan gastrik, yaitu garam empedu, kolipase (protein di dalam getah pankreas), fosfolipid, dan fosfolipase A2 (juga terdapat dalam getah pankreas).
     Kemunculan asam-asam lemak bebas akibat kerja lipase lingual dan gastrik memfasilitasi hidrolisis oleh lipase pankreas, khususnya hidrolisis triasilgliserol susu. Fosfolipase A2 dan kolipase disekresikan dalam bentuk–pro dan membutuhkan pengaktifan ikatan peptida spesifik oleh hidrolisis triptik. Pengaktifan prolipase terjadi dengan pengeluaran pentapeptida dari ujung terminal amino. Pentaamino inilah yang bekerja sebagai sinyal atas rasa kenyang untuk lipid dan diberi nama enterostatin.
     Karena sulitnya ikatan ester sekunder di dalam triasilgliserol dihidrolisis oleh lipase pankreas, pencernaan triasilgliserol berlangsung dengan pengeluaran bagian terminal asam lemak untuk mrnghasilkan 2-monoasilgliserol. Mengingat bagian asam lemak ini berangkai melalui suatu ikatan ester sekunder, agar terjadi hidrolisis sempurna, pengeluarannya memerlukan reaksi isomerasi menjadi ikatan ester primer. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang berjalan cukup lambat, akibatnya 2-monoasilgliserol menjadi produk akhir utama dari pencernaan triasilgliserol dan hanya seperepmat jumlah triasilgliserol yang dikonsumsi dipecah menjadi asam lemak dan gliserol.

2.2.4  Usus Besar
Sisa lemak dan kolesterol terkurung dlm serat makan dan dikeluarkan melalui feses.
Saluran Pencernaan
Proses Pencernaan
1. Mulut
Bercampur dengan kelenjar ludah yang mengandung enzim lipase lingual
2. Esofagus
Tidak ada pencernaan
3. Lambung
  Lipase lingual memulai hidrolisis terbatas: trigliserida menjadi digliserida dan asam lemak
Lemak susu lebih banyak dihidrolisis
Lipase lambung menghidrolisis lemak dalam jumlah terbatas
4. Usus Halus
Bahan empedu mengemulsi lemak.
Lipase dari pangkreas dan dinding usus halus menghidrolisis lemak dalam bentuk emulsi menjadi digliserida, monogliserida, asam lemak dan gliserol
Fosfolipase dari pancreas menghidrolisis fosfolipid menjadi asam lemak dan lisofosfogliserida.
Kolesterol esterase dari pancreas menghidrolisis ester kolesterol
5. Usus Besar
Sisa lemak dan kolesterol terkurung dlm serat makan dan dikeluarkan melalui feses
Tabel : Proses Pencernaan Lipid


2.3     Penyerapan Lipid
                 Hasil pencernaan dari lemak akan diserap kembali ke dalam membran mukosa usus halus dengan cara difusi pasif. Absorbsi ini paling banyak terjadi di jejenum. Untuk bentuk gliserol, asam lemak rantai pendek (C4-C6), dan asam lemak rantai panjang (C8-C10) dapat langsung diserap menuju aliran darah. Sedangkan bagi asam lemak dengan rantai panjang, monogliserida harus diubah menjadi trigliserida dahulu. Trigliserida dan lipida besar lainnya (kolestrol, fosfolipida) kemudian diabsorbsi secara aktif dan menghasilkan kilomikron (jenis lipoprotein—alat angkut lipida). Kilomikron membawa lipida ke jaringan – jaringan adiposa melewati limfe menuju ke darah.

Hasil Pencernaan Lipid
Absorpsi
Gliserol
Asam lemak rantai pendek (C4-6)
Asam lemak rantai menengah (C8-10)
Diserap langsung ke dalam darah
Asam lemak rantai panjang
Monogliserida
Diubah menjadi trigliserida di dalam sel-sel usus halus
Trigliserida
Kolesterol
Fosfolipida
Membentuk kilomikron, masuk ke dalam limfe kemudian ke dalam darah
Tabel : Penyerapan Lipid

2.4    Transportasi Lemak
Pemrosesan dan distribusi lipid dijelaskan dalam 8 yaitu:

1.   Triasilgliserol yang berasal dari diet makanan tidak larut dalam air. Untuk
 mengangkutnya menuju usus halus dan agar dapat diakses oleh enzim yang dapat larut di air seperti lipase, triasilgliserol tersebut disolvasi oleh garam empedu seperti kolat dan glikolat membentuk misel.
2.   Di usus halus enzim pankreas lipase mendegradasi triasilgliserol menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol diabsorbsi ke dalam mukosa usus.
3.   Di dalam mukosa usus asam lemak dan gliserol disintesis kembali menjadi triasilgliserol
4.   Triasilgliserol tersebut kemudian digabungkan dengan kolesterol dari diet makanan dan
protein khusus membentuk agregat yang disebut kilomikron.
5.   Kilomikron bergerak melalui sistem limfa dan aliran darah ke jaringan-jaringan.
6.   Triasilgliserol diputus pada dinding pembuluh darah oleh lipoprotein lipase menjadi asam lemak dan gliserol.
7.   Komponen ini kemudian diangkut menuju sel-sel target.
      8.   Di dalam sel otot (myocyte) asam lemak dioksidasi untuk energi dan di dalam sel adipose (adipocyte) asam lemak diesterifikasi untuk disimpan sebagai triasilgliserol.

             Selama olah raga, otot membutuhkan dengan cepat sejumlah energi simpanan. Asam lemak yang disimpan dalam adipocyte dapat dilepaskan dan ditransport ke myocyte oleh serum albumin untuk didegradasi menghasilkan energi.
           Ada 3 sumber asam lemak untuk metabolisme energi pada hewan, yaitu:
- suplai triasilgliserol dari makanan
- sintesis triasilgliserol dalam hati jika sumber energi internal melimpah
- simpanan triasilgliserol dalam adipocytes.
           Dalam darah lipid diangkut dalam bentuk kilomikron, Lipoprotein, dan Albumin, Kilomikron merupakan pengangkut Trigliserida dari bahan yang terdiri dari asam-asam lemak bebas berantai panjang terdiri dari protein. karena lipid tidak dapat larut dalam air, bentuk Lipid non polar harus bergabung dengan Lipid Amfipatik dan Protein untuk membentuk Lipoprotein yang bisa campur dengan air sehingga dapat diangkut antar jaringan didalam plasma darah yang akueosa.

2.5   Utilisasi Lemak
           Jumlah kolesterol baik dalam darah merupakan penandaan penting soal gangguan jantung, tanpa peduli berapa banyak kolesterol jahat yang di kurangi.
Fungsi lemak tak jenuh ialah : 
a)  Mengusir lemak jenuh yang menempel pada arteri sehingga aliran darah kembali lancar .
b) Mencegah penyakit kardiovaskuler.
c)  Kekakuannya dapat mencegah terjadinya pengumpulan molekul lemak dekat menjadi padat.
d) Bahan baku hormon.
e)  Membantu transport vit.larut lemak.
f)  Sebagai bahan insulasi perubahan suhu.
g)  Pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.

Cara kerja lemak tak jenuh :
a)   Lemak jenuh (kolesterol jahat) LDL yang berasal dari hasil disalurkan ke bagian tubuh lain dan lama-lama menumpuk dan berkontribusi membentuk plak.
b)   Timbunan lemak (LDL) pada dinding arteri membentuk plak (kotoran menempel).
c)   Lemak tak jenuh kolesterol baik (HDL) sifatnya stabil dan membawa sifat lemak jenuh menjauh arteri dan membawa kembali ke hati.
Manfaat lemak bagi kesehatan tubuh:
  • Melindungi tubuh. Lemak berfungsi untuk melindungi tubuh kita dari pengaruh cuaca di sekitar kita, untuk membantu mengatur suhu tubuh, dan melindungi kita dari hawa yang sangat panas dan dingin.  
  • Bagian dari fungsi tubuh. Lemak merupakan bagian penting untuk menjalankan fungsi tubuh yang sehat dan normal.  
  • Membantu penyerapan vitamin. Lemak berfungsi sebagai pengangkut vitamin A, D, E, dan K, yaitu sejenis vitamin yang mudah larut dalam lemak. Tanpa lemak tubuh, Anda bisa kekurangan vitamin yang dapat menyebabkan timbulnya beberapa penyakit. 
  • Bantalan tubuh yang alami. Lemak merupakan mekanisme bantalan tubuh yang alami. Lemak mengelilingi dan melindungi beberapa organ vital, dan menjaga sendi-sendi. Bahkan atlet pun memerlukan lemak untuk melindungi tubuh mereka dari cidera yang potensial dialami saat berlatih maupun saat bertanding.  
  • Struktur sel, kecantikan, dan pertambahan usia. Lemak adalah bagian dari struktur sel-sel kita, yang penting untuk memelihara kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Meskipun kita rajin fitnes dan tubuh kita kencang, namun lemak tubuh yang sehat juga akan menjaga kita tetap terlihat feminin, tidak seperti beberpa selebriti yang membuat tubuhnya terlihat seperti laki-laki.  
  • Kesuburan. Lemak tubuh membantu untuk memastikan produksi hormon, termasuk hormon seks. Wanita, yang memiliki lemak tubuh sangat rendah, cenderung memiliki kadar estrogen yang juga rendah. Hal ini bisa berakibat terhentinya menstruasi.  
  • Energi dan daya tahan tubuh. Dengan memiliki lemak tubuh dalam kadar yang sehat, kita bisa menghindarkan diri dari penyakit dan kelelahan yang kronis. Selain itu, lemak tubuh yang rendah akan mengurangi atau menurunkan energi bagi tubuh
2.6    Ekskresi Lemak

Lemak diekskresikan sebagai bahan sisa (waste product) CO2 dan H2O. Jalur ekskresi dari kedua zat ini telah dibicarakan pada ekskresi bahan sisa karbohidrat.
Lemak di dalam makanan tidak dicerna dan diserap seluruhnya melainkan ada sebagian yang terbuang di dalam tinja, kalau tinja mengandung kadar lemak tinggi dari biasanya, disebut steatorrhoea. Dalam kondisi demikian, tinja mempunyai volume besar dan berwarna agak pucat karena garam kalsium dari asam lemak.
Absorpsi  lemak mudah terganggu pada berbagai penyakit gastrointestinal, diantaranya pada penyakit yang disertai diarrhoea, seperti sprue tropik. Juga pada penyakit yang disertai gangguan sekresi empedu, pencernaan dan penyerapan lemak menderita gangguan dan banyak lemak terbuang di dalam tinja
            Sebagian besar orang dewasa dapat mencerna dan mengabsorbsi lemak hingga 95%, sisanya, akan dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Garam empedu yang sususannya terdiri dari kolestrol di dalam usus halus dapat diserap oleh jenis serat tertentu yang selanjutnya akan ikut dikeluarkan melalui feses. Hal ini dapat menurunkan kadar kolestrol darah.

2.7    Kebutuhan lemak bagi tubuh
American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi konsumsi lemak maksimal 30% dari total kebutuhan kalori Anda. Namun jika Anda kelebihan berat badan, memiliki kadar kolesterol tinggi, atau memiliki riwayat penyakit tertentu, disarankan untuk mengonsumsi di bawah persentase tersebut.
Dalam 1 hari, Kebutuhan lemak total harian Orang Indonesia dianjurkan tidak melebihi 62 g, dimana total Lemak Jenuh nya tidak boleh melebihi 18g dan konsumsi kolesterolnya harus dibawah 300 mg/hari. Bahkan bagi mereka yang menderita penyakit hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi), asupan kolesterol yang berasal dari makanan tidak boleh melebihi 200 mg/hari. Oleh karena itu para penderita harus benar-benar memperhatikan asupan makanannya. Sebagai contoh dalam 1 butir kuning telur, kolesterol yang terkandung mencapai 213 mg. Nilainya sudah melebihi batas maksimum 200 mg/hari. Dan tentu asupan kolesterol yang berlebih apalagi pada penderita kolesterol tinggi sangat berbahaya bagi tubuh.

2.8    Dampak kekurangan dan kelebihan lemak
2.8.1   Akibat kekurangan lemak
·        Kekurangan asam lemak esensi (omega 3 dan 6) pada masa janin mengakibatkan penurunan pada pertumbuhan otak, pertumbuhan otak yang terganggu akan mengakibatkan penurunan fungsi otak. Yaitu kemampuan kognitif rendah, yang tidak dapat diperbaiki kemudian.

·        Kekurangan asam cinolod pada anak-anak dan dewasa mengakibatkan kelainan pada kulit yaitu exzema. Pada exzema kulit mengalami inhamasi yaitu radang disertai panas kering dan bersisik. Exzema terjadi pada bayi yang mendapat makanan yang mengandung asam cinoled ± 0,1% energy makanan, pada orang dewasa exzema terjadi jika makanan tidak mengandung lemak untuk memenuhi kecukupan asam lemak esensial.

·        Kekurangan lemak mengakibatkan perubahan pada komposisi asam lemak diberbagai jaringan terutama membrane sel. Selain itu terjadi penurunan efisiensi produksi energi didalam sel.

·        Akan menimbulkan penyakit seperti: busung lapar, kekurangan vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K), penurunan daya tahan tubuh, kurang tenaga, gangguan tumbuh kembang.


2.8.2   Akibat kelebihan lemak
Akan mengakibatkan kegemukan karena kadar energi didalam lemak ± 2 kali kadar energi didalam karbohidrat. Rasa makanan yang berlemak yang umumnya enak, cenderung mendorong untuk mengkonsumsi berlebihan.
Kegemukkan berkaitan dengan timbulnya penyakit kronis seperti jantung dan pembuluh darah serta diabetes militus. Peningkatan kadar kolestrol didalam darah merupakan faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dengan gejala awal tekanan darah tinggi kebiasaan dan pola makan berperan besar dalam pengendalian kadar kolestrol didalam darah. Penelitian di Jepang menunjukkan, konsumsi berlebih asam lemak linoleat dan perubahan pada keseimbangan asam lemak esensial yang dikonsumsi, mengakibatkan tubuh hiper aktif terhadap berbagai zat penyebab alergi. Meningkatnya rasio asam lemak omega 3/6 didalam sel berperan dalam alergi dan inflamasi akan menurunkan reaksifitas tubuh terhadap alergi dan inflamasi.







BAB III
  PENUTUP

3.1 Kesimpulan
                 Berdasarkan pembahasan di dalam makalah ini, dapat disimpulkan bahwa lemak adalah senyawa yang sangat berperan dalam tubuh. Di dalam melakukan perannya, lemak mengalami beberapa proses yaitu pencernaan, penyerapan, transportasi dan ekskresi. Utilitas lemak tidak hanya terbatas bagi manusia secara langsung, tapi juga untuk kebutuhan pangan. Namun, sejalan dengan itu kelebihan dan kekurangan kandungan lemak dalam tubuh dapat menimbulkan gejala negatif bagi tubuh. Oleh karena itu, kebutuhan lemak dalam tubuh harus diseimbangkan dengan beberapa alternatif salah satunya adalah gaya hidup sehat.

3.2 Saran
                 Penulis menyarankan kepada pembaca agar menjaga keseimbangan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Karena ketika nutrisi yang masuk di dalam tubuh itu berlebih atau kurang, maka akan berdampak pada tubuh.. Mulailah melakukan gaya hidup sehat dari sekarang.




DAFTAR PUSTAKA